Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2018

Kerativitas Tanpa Batas

Gue lihat, sekarang udah banyak bermunculan orang yang punya otak super kreatif. Dengan semua kreativitas mereka, terkadang bisa menghasilkan sebuah keuntungan. Salah satunya adalah kreativitas yang berasal dari hobi. Misalnya saja menulis. Meski terkesan super duper simpel dan banyak orang yang bisa melakukannya. Tanpa kreativitas sebuah tulisan akan terasa hambar seperti hidup seorang jones abadi. Hanya dengan menulis kreatif, seseorang bisa membuat sebuah karya yang berbeda dan memiliki ciri khasnya sendiri. Saat dibaca pun nggak akan merasa bosen kayak nungguin doi peka. Sayangnya, ketika ada seseorang mulai menciptakan kreativitas banyak dari temannya yang cenderung menjatuhkan. Entah itu mengolok-olok karyanya karena kurang baik. " Tulisan apaan nih , gajelas banget . Jelek , parah !" atau karyanya yang sudah baik tapi hobi mengkritik memang sudah mendarah daging pada dirinya. " Lo gambar monyet , ya ? Sumpah jelek banget !", " iya , gue kan la...

Masalah Ospek

Sebelum kalian resmi menjadi mahasiswa perkuliahan, pasti kalian harus mengikuti beberapa kegiatan yang ditetapkan. Nah, salah satu kegiatannya adalah Ospek. Ospek sendiri merupakan kepanjangan dari Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus. Biasanya nih, ospek bakal dibagi menjadi beberapa bagian. Yakni ospek universitas, ospek fakultas dan ospek jurusan. Kurang banyak gimana coba? Ospek memang gak jauh beda sama yang namanya MOS kalau di perguruan yang lebih rendah seperti SMP dan SMA. Disini kalian akan diberi tugas oleh kakak tingkat kalian untuk membawa sesuatu sebagai perlengkapannya. Meski terkadang kalian harus mikir berat sama teka-teki yang belum pernah kalian dengar, dari situ kalian akan belajar menjadi detektif dadakan. Kalau kalian berpikir ospek itu menyeramkan, kalian salah besar. Ospek justru membuat kalian lebih mengenal kampus dan teman-teman kalian. Dengan adanya ospek, solidaritas antar kelompok juga akan semakin erat kayak kertas lem yang biasanya buat nangkep lalat...

Jangan Membuat Dirimu Menderita!

Setelah beberapa abad gue nggak ngepost tulisan. Pada hari ini pintu hati gue mulai terbuka buat nulis lagi. Meski gue gak jamin juga bakalan lancar. Tapi gue bakal usahain otak dan pikiran gue biar nggak mager alias males gerak. Karena setelah dapet pencerahan, gue baru sadar kalau selama ini gue kesurupan. Iya ngaco! Langsung ke topik aja. Akhir-akhir ini gue sering banget nemuin bahasan tentang kasus-kasus bullying   yang mengacu pada bentuk fisik seseorang. Kalau istilah kerennya sih disebut body shaming . Tanpa kalian sadari, ternyata body shaming ini semakin banyak bertebaran di akun-akun sosial media seseorang. Para netijen yang mendewa biasanya suka komentar disana sini. Tanpa memperdulikan perasaan, mereka dengan mudah mencela seseorang hanya karena bentuk fisik mereka. Entah karena gendut, kurus, tinggi, pendek, sipit, belo atau berdasarkan warna kulit dan lainnya. Hal itu juga yang membuat orang-orang merasa tidak percaya diri akan fisiknya. Mereka cenderung menutu...