Masalah Ospek
Sebelum kalian resmi menjadi mahasiswa perkuliahan, pasti kalian harus mengikuti beberapa kegiatan yang ditetapkan. Nah, salah satu kegiatannya adalah Ospek. Ospek sendiri merupakan kepanjangan dari Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus. Biasanya nih, ospek bakal dibagi menjadi beberapa bagian. Yakni ospek universitas, ospek fakultas dan ospek jurusan. Kurang banyak gimana coba?
Ospek memang gak jauh beda sama yang namanya MOS kalau di perguruan yang lebih rendah seperti SMP dan SMA. Disini kalian akan diberi tugas oleh kakak tingkat kalian untuk membawa sesuatu sebagai perlengkapannya. Meski terkadang kalian harus mikir berat sama teka-teki yang belum pernah kalian dengar, dari situ kalian akan belajar menjadi detektif dadakan.
Kalau kalian berpikir ospek itu menyeramkan, kalian salah besar. Ospek justru membuat kalian lebih mengenal kampus dan teman-teman kalian. Dengan adanya ospek, solidaritas antar kelompok juga akan semakin erat kayak kertas lem yang biasanya buat nangkep lalat.
"Enggak serem apanya? Buktinya dulu temen gue ada yang meninggal gegara ospek." wait, ospek bisa bikin orang meninggal? Gimana caranya coba? Bukannya yang bikin kerusuhan itu seniornya dan bukan ospeknya sendiri?
Sebagai mantan paratidaknormal, gue tau guys ketakutan pada diri kalian saat melakukan ospek. Tapi itu semua nggak perlu kalian pikirin. Nggak semua senior itu galak. Kalaupun galak dikit juga buat pelatihan kalian biar disiplin.
Kalau kalian juga nemu pertikaian rumit yang terjadi antar senior hingga adu tonjok sama lempar dadu. Maksud gue lempar kursi atau barang-barang lainnya, kalian jangan langsung percaya. Karena biasanya itu cuma acting guys. Biar kalau ada casting terdekat bisa ikutan.
Karena pengalaman gue dulu dari jaman bahula, hal kayak gitu biasanya emang settingan kayak kebanyakan acara tv jaman sekarang. Jadi gue bersikap b aja dan cuma diem. Nggak kayak temen gue yang udah mewek sampe se ember. Bikin gue ngakak tapi takut dosa. Alhasil gue diemin aja mereka biar nangis sepuasnya. Gue juga gak pernah ngasih pendapat kalo itu tuh gak bener. Biar saat mereka sadar, mereka cuma diboongi. Selamat, kalian kena jebakan batman! Kesel? Pasti. Gue dulu juga gitu, tapi setelah gue pikir-pikir, ternyata ospek itu menyenangkan. Kalo nggak ada ospek mungkin gue cuma bakal jadi orang asing yang nggak tau apa-apa dan siapa-siapa. Kayak makhluk dari jaman batu yang bisanya kayak ulet daun pisang. Tengok sana tengok sini, kayak orang bingung nyari jalan.
Yang perlu kalian inget itu, senior nggak selalu galak. Kalau ada yang sampe bikin orang meninggal itu memang senior psikopat yang laknat dan otaknya harus istirahat. Musnahkan saja dari bumi yang sudah penuh polusi ini. Jangan takut, karena Dilan mendukungmu.
Sekiranya cukup sampai disini aja. Terimakasih sudah membaca tulisan yang membingungkan ini. Kalau ada typo maklumi saja. Jempol author yang paling gede soalnya dari jari yang lain.
Bhay!
Komentar
Posting Komentar