Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

Depression

Saat lo punya masalah, lo lebih suka menceritakannya pada orang lain atau lo pendam sendiri? Untuk perlu lo tahu, masalah berat itu bisa membuat orang menjadi stress atau lebih parahnya depresi. Dari sekian kasus yang gue lihat, gue sering banget nemuin orang-orang yang terkena depresi. Entah itu depresi ringan sampai dengan depresi mayor bahkan ada yang sampai selfharm kayak gitu. Dan nggak sedikit juga orang-orang yang depresi lebih memilih bunuh diri karena nggak kuat sama beban yang ditanggungnya. Karena mati lebih mudah daripada hidup. Iya , mereka belum tau aja kalau setelah mati masih ada kehidupan lainnya . Dan kalau kita kesananya dengan cara yang nggak baik, bisa aja malah lebih berat daripada saat didunia. Jadi setan misalnya(?) kayak di film-film horror gitu. Disaat lo ngelihat temen-temen lo, keluarga, saudara lo atau orang lain terkena depresi. Lebih baik lo rangkul dia, support dan kasih semangat kalau dia pasti bisa menghadapinya dengan kuat. Tunjukkan pada d...

Pemikiran Limit

Emang bener kalau isi kepala orang udah pada di racuni sama pemikiran orang luar. Iya luar angkasa(?) Jadi gini, ceritanya gue nemu sebuah tweet. Dan disitu isinya adalah sebuah komen hujatan dari netijen yang ada pada postingan video orang. Dan orang yang ada pada video itu sedang menunjukkan tutorial makeup. Nah, yang jadi permasalahannya disini, banyak netijen yang komen, " kok modelnya gini sih?" "Kenapa nggak pake model yang kulitnya putih aja?" "Gue kurang sreg sama orangnya!" "Kalo item gitu, warnanya mana kelihatan?" Okay, mungkin banyak banget orang yang kayak gini. Dan gue nggak tau, mungkin sebagian dari kalian ada yang pernah bilang kayak gini meskipun nggak sengaja. Wahai netijen yang budiman. Pernahkah kalian berpikir? Standar kecantikan seseorang itu bukanlah cuma dinilai dari putih enggaknya kulit seseorang. Dan standar kecantikan orang itu beda-beda. Belum tentu semua orang suka karena dia putih, atau gimana. Ini di Indone...

Pilih Teman

Milih-milih teman itu perlu nggak sih? Jawabannya perlu! Kenapa? Karena teman itu akan selalu berinteraksi sama kita setiap waktu. Bayangkan aja, kalau teman lo itu suka bolos sekolah dan suka bikin onar. Secara tidak langsung itu juga bakal bikin kepribadian lo berubah tanpa lo sadari. Dari lo yang awalnya penurut dan taat aturan, pelan-pelan bakalan ngikut apa yang teman lo lakuin juga. Coba aja kalau lo itu merupakan seseorang yang trouble maker . Terus berteman sama anak-anak yang alimnya nggak ketulungan tujuh turunan. Saat lo mau ngelakuin hobi lo yang suka yaitu buat onar, lo pasti bakal mikir dulu. Karena apa yang bakal lo lakuin ini nggak pantes dilihatnya. Jadi lo bakal batalin ngelakuin hal-hal nggak berguna kayak gitu. Lalu, gimana sih caranya pilih teman yang baik itu? Ngadain audisi gitu? Atau suruh kirim profil biodata? Tentu saja bukan. Cara milih teman yang baik itu, dilihat dari potensinya untuk ngerubah lo. Kalau lo lihat ada seseorang yang berpotensi bisa ngerub...

Gunanya Sosmed itu Apa?

Gue rasa udah hampir semua orang punya sosmed. Dari anak kecil, remaja bahkan yang udah kakek nenek pasti ada yang punya sosmed. Entah yang cuma punya facebook doang atau yang sosmednya emang sebarek. Dari twitter sampe instagram punya akun semuanya. Kalau gue perhatiin, orang yang punya banyak sosmed, dia cenderung orang yang kesepian. Dia punya sedikit atau bahkan nggak punya temen di dunia nyata, yang bikin dia cuma bisa berteman sama orang-orang gaib di dunia jaringan itu. Mereka lebih asik ngetik papan keyboard atau geser-geser layar buat mantengin story atau timeline orang-orang daripada hangout atau kumpul-kumpul sama temennya. Yang bikin gue sedikit prihatin, kadang gue dan dua temen sejoli gue juga kayak gitu T. T. Yah, meskipun begitu kami masih sering jalan bareng lah. Nggak yang berkutat banget sama dunia gaib. Terkadang kami juga mikir, karena kebanyakan akun sosmed, mungkin orang-orang udah pada bosen kali sama kami. Dimana-mana selalu ada kami. Kayak roh yang masih ber...

Ngomongin Orang

Kenapa pas lagi bareng temen rasanya nggak afdol banget kalau nggak ngomongin orang? Apa itu cuma hobi atau emang udah jadi kebiasaan seorang manusia? Gue aja yang bukan manusia gini juga suka ngomongin orang. Bukan cuma satu, tapi buanyaakk! Khususnya kalau udah menyangkut para jodoh-jodoh gue yang ada di Jepang atau di Korea. Sampai-sampai gue biasanya juga nggak mudeng sama apa yang gue omongin sendiri. Tapi jangan anggap gue gila guys.  Itu karena gue cuma butuh hiburan aja. Ngomongin orang emang enggak selalu baik. Mungkin sekitar 60% yang diomongin itu keburukannya. Kayak gue yang emang suka ghibah sama temen-temen gue. Sering banget kami ngomong tentang kejelekan orang. Yang pas gue sadar, gue langsung nyebut dan mandi kembang tujuh rupa pas malam minggu. Itung-itung buat rutinitas juga. Itupun kalau inget, kalau enggak ya lanjut ghibah sampe ke akar-akarnya. Gue paham kalau itu emang buruk. Tapi jangan ditiru kebiasaan gue itu. Kalo kalian niru, bisa-bisa dosa gue kebanyak...

Orang Asik

Lo jangan beranggapan kalo orang lain yang menurut lo nggak asik itu nggak perlu dilihat dan didekati. Karena lo nggak akan pernah tau seberapa menarik dan asiknya dia kalau udah deket sama seseorang. Seseorang yang pendiam, belum tentu dia pendiam. Mungkin dia hanya kurang nyaman dengan lingkungannya. Juga belum menemukan seseorang yang cocok dengannya. Misalnya dalam hal pemikiran. Kalau lo nggak mau mencoba melihat, lo nggak akan tau hal luar biasa apa yang dimiliki oleh orang yang lo pikir nggak asik. Kebanyakan orang mempunyai anggapan bahwa orang yang nakal itu nggak baik. Belum tentu! Kenapa? Karena mereka belum mengetahui alasan kenapa dia melakukan hal tersebut. Tapi coba deh, lo bisa lebih dekat dengan mereka "orang-orang yang kelihatannya nggak asik" lo bakal tau apa aja hal menarik yang ada di pikiran mereka. Misalnya pada anak nakal. Apakah kalian pernah bertanya apa yang membuat mereka menjadi seorang anak nakal? Gue yakin cuma ada sedikit orang yang bakal na...

Mahasiswa Itu...

Waktu gue masih SMA, ada kakak-kakak kelas gue yang udah kuliah. Mereka ngasih pandangan ke adik-adik kelasnya gimana sih jadi mahasiswa itu. Dulu, mereka bilang jadi mahasiswa itu enak. Dapet banyak teman, sahabat atau gebetan. Bisa sering main jauh dan jalan-jalan santai semaunya. Mereka juga suka membanggakan diri mereka sebagai seorang mahasiswa. Hal itulah yang waktu itu bikin gue sama temen-temen gue kepengen jadi mahasiswa. Kesannya terlihat keren, seru dan kayaknya menyenangkan. Pertama masuk ospek sih enak, seneng-seneng aja. Meski banyak tetek bengek yang harus dibawa. Yang ini lah, itulah atau begitulah. Gatau tuh, suka banget senior ngerepotin maba-maba yang baru masuk. Nggak tau apa kalo keperluan ospek itu banyak banget. Bisa-bisa duit kita abis cuma gara-gara ospek. Gue sama temen-temen gue baru bisa bernapas lega setelah ospek. Saat semua urusan selesai, akhirnya masuklah kita pada hari pertama kuliah. Yang dulunya gue anak rajin yang sering berangkat subuh (ini bohon...

Friend's Home

Okay, karena hari ini adalah maljum, dan temen gue request buat share cerita paranormal experiencenya dia,  jadi gua berbaik hati mengabulkannya. Kata temen gue, kejadian ini baru aja terjadi. Tepatnya pas kemarin malem. Dan dia menjadi salah satu tokoh pendukung di cerita ini. Silakan disimak. Ceritanya, temen gue lagi nginep di tempat temennya. Panggil aja temen gue ini Ogeb. Katanya waktu sore sih masih biasa aja, nggak ada tanda-tanda ada maling masuk gitu. Jadi aman-aman aja. Eh menjelang jam 11 malam si Ogeb ini ke kamar mandi. Karena pintunya emang gabisa ditutup, yaudah dia pipisnya nggak pake nutup pintu. (Kalian jangan nanya temen gue ini cewek atau cowok, okay?). Setelah pipis, pintu pun juga nggak ditutup lah ya. Kan secara emang pintunya gabisa ditutup. Jadi, apa fungsinya pintunya itu disitu? Entahlah. Habis itu, baru aja beberapa langkah dia masuk kerumah, eh pintunya nutup sendiri. Bayangkan guys, nutup sendiri. Yang disana nggak ada orang lagi selain dia. Dan d...

Cuma Bercanda?

Kalau lagi kumpul sama temen haram rasanya kalau nggak rame. Dengan keramaian itu, bisa bikin suasana jadi tambah seru. Bayangkan aja, kalau semua pada diem dan wiridan online . Pasti bakalan krik banget kayak goa tanpa penghuni. Kalian pasti nggak akan suka dengan keadaan yang kayak gitu. Apalagi sibuk sama dunianya sendiri. Biar suasana lebih hidup, lelucon kadang diperlukan. Tapi inget, lelucon itu gunanya untuk menyelamatkan suasana. Bukan malah bikin ricuh. Misalnya nih, ya. Ada lo dan temen lo lagi kumpul disuatu tempat antah berantah. Untuk membakar suasana agar menjadi panas, biasanya ada seseorang yang membuat lelucon dengan salah satu teman kalian yang menjadi topik. Kalian membicarakan teman kalian ini dari a-z. Namun, tanpa kalian sadari ternyata lelucon yang kalian bikin itu menyinggung perasaannya dia. Kalau temen lo ini bisa diajak bercanda sih gak masalah. Kalau enggak? Tewas sudah perasaan kalian. Dia pasti bakalan malu, enggak nyaman atau bahkan kalau ada acara kum...

Kerativitas Tanpa Batas

Gue lihat, sekarang udah banyak bermunculan orang yang punya otak super kreatif. Dengan semua kreativitas mereka, terkadang bisa menghasilkan sebuah keuntungan. Salah satunya adalah kreativitas yang berasal dari hobi. Misalnya saja menulis. Meski terkesan super duper simpel dan banyak orang yang bisa melakukannya. Tanpa kreativitas sebuah tulisan akan terasa hambar seperti hidup seorang jones abadi. Hanya dengan menulis kreatif, seseorang bisa membuat sebuah karya yang berbeda dan memiliki ciri khasnya sendiri. Saat dibaca pun nggak akan merasa bosen kayak nungguin doi peka. Sayangnya, ketika ada seseorang mulai menciptakan kreativitas banyak dari temannya yang cenderung menjatuhkan. Entah itu mengolok-olok karyanya karena kurang baik. " Tulisan apaan nih , gajelas banget . Jelek , parah !" atau karyanya yang sudah baik tapi hobi mengkritik memang sudah mendarah daging pada dirinya. " Lo gambar monyet , ya ? Sumpah jelek banget !", " iya , gue kan la...

Masalah Ospek

Sebelum kalian resmi menjadi mahasiswa perkuliahan, pasti kalian harus mengikuti beberapa kegiatan yang ditetapkan. Nah, salah satu kegiatannya adalah Ospek. Ospek sendiri merupakan kepanjangan dari Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus. Biasanya nih, ospek bakal dibagi menjadi beberapa bagian. Yakni ospek universitas, ospek fakultas dan ospek jurusan. Kurang banyak gimana coba? Ospek memang gak jauh beda sama yang namanya MOS kalau di perguruan yang lebih rendah seperti SMP dan SMA. Disini kalian akan diberi tugas oleh kakak tingkat kalian untuk membawa sesuatu sebagai perlengkapannya. Meski terkadang kalian harus mikir berat sama teka-teki yang belum pernah kalian dengar, dari situ kalian akan belajar menjadi detektif dadakan. Kalau kalian berpikir ospek itu menyeramkan, kalian salah besar. Ospek justru membuat kalian lebih mengenal kampus dan teman-teman kalian. Dengan adanya ospek, solidaritas antar kelompok juga akan semakin erat kayak kertas lem yang biasanya buat nangkep lalat...

Jangan Membuat Dirimu Menderita!

Setelah beberapa abad gue nggak ngepost tulisan. Pada hari ini pintu hati gue mulai terbuka buat nulis lagi. Meski gue gak jamin juga bakalan lancar. Tapi gue bakal usahain otak dan pikiran gue biar nggak mager alias males gerak. Karena setelah dapet pencerahan, gue baru sadar kalau selama ini gue kesurupan. Iya ngaco! Langsung ke topik aja. Akhir-akhir ini gue sering banget nemuin bahasan tentang kasus-kasus bullying   yang mengacu pada bentuk fisik seseorang. Kalau istilah kerennya sih disebut body shaming . Tanpa kalian sadari, ternyata body shaming ini semakin banyak bertebaran di akun-akun sosial media seseorang. Para netijen yang mendewa biasanya suka komentar disana sini. Tanpa memperdulikan perasaan, mereka dengan mudah mencela seseorang hanya karena bentuk fisik mereka. Entah karena gendut, kurus, tinggi, pendek, sipit, belo atau berdasarkan warna kulit dan lainnya. Hal itu juga yang membuat orang-orang merasa tidak percaya diri akan fisiknya. Mereka cenderung menutu...