Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2018

Depression

Saat lo punya masalah, lo lebih suka menceritakannya pada orang lain atau lo pendam sendiri? Untuk perlu lo tahu, masalah berat itu bisa membuat orang menjadi stress atau lebih parahnya depresi. Dari sekian kasus yang gue lihat, gue sering banget nemuin orang-orang yang terkena depresi. Entah itu depresi ringan sampai dengan depresi mayor bahkan ada yang sampai selfharm kayak gitu. Dan nggak sedikit juga orang-orang yang depresi lebih memilih bunuh diri karena nggak kuat sama beban yang ditanggungnya. Karena mati lebih mudah daripada hidup. Iya , mereka belum tau aja kalau setelah mati masih ada kehidupan lainnya . Dan kalau kita kesananya dengan cara yang nggak baik, bisa aja malah lebih berat daripada saat didunia. Jadi setan misalnya(?) kayak di film-film horror gitu. Disaat lo ngelihat temen-temen lo, keluarga, saudara lo atau orang lain terkena depresi. Lebih baik lo rangkul dia, support dan kasih semangat kalau dia pasti bisa menghadapinya dengan kuat. Tunjukkan pada d...

Pemikiran Limit

Emang bener kalau isi kepala orang udah pada di racuni sama pemikiran orang luar. Iya luar angkasa(?) Jadi gini, ceritanya gue nemu sebuah tweet. Dan disitu isinya adalah sebuah komen hujatan dari netijen yang ada pada postingan video orang. Dan orang yang ada pada video itu sedang menunjukkan tutorial makeup. Nah, yang jadi permasalahannya disini, banyak netijen yang komen, " kok modelnya gini sih?" "Kenapa nggak pake model yang kulitnya putih aja?" "Gue kurang sreg sama orangnya!" "Kalo item gitu, warnanya mana kelihatan?" Okay, mungkin banyak banget orang yang kayak gini. Dan gue nggak tau, mungkin sebagian dari kalian ada yang pernah bilang kayak gini meskipun nggak sengaja. Wahai netijen yang budiman. Pernahkah kalian berpikir? Standar kecantikan seseorang itu bukanlah cuma dinilai dari putih enggaknya kulit seseorang. Dan standar kecantikan orang itu beda-beda. Belum tentu semua orang suka karena dia putih, atau gimana. Ini di Indone...

Pilih Teman

Milih-milih teman itu perlu nggak sih? Jawabannya perlu! Kenapa? Karena teman itu akan selalu berinteraksi sama kita setiap waktu. Bayangkan aja, kalau teman lo itu suka bolos sekolah dan suka bikin onar. Secara tidak langsung itu juga bakal bikin kepribadian lo berubah tanpa lo sadari. Dari lo yang awalnya penurut dan taat aturan, pelan-pelan bakalan ngikut apa yang teman lo lakuin juga. Coba aja kalau lo itu merupakan seseorang yang trouble maker . Terus berteman sama anak-anak yang alimnya nggak ketulungan tujuh turunan. Saat lo mau ngelakuin hobi lo yang suka yaitu buat onar, lo pasti bakal mikir dulu. Karena apa yang bakal lo lakuin ini nggak pantes dilihatnya. Jadi lo bakal batalin ngelakuin hal-hal nggak berguna kayak gitu. Lalu, gimana sih caranya pilih teman yang baik itu? Ngadain audisi gitu? Atau suruh kirim profil biodata? Tentu saja bukan. Cara milih teman yang baik itu, dilihat dari potensinya untuk ngerubah lo. Kalau lo lihat ada seseorang yang berpotensi bisa ngerub...