Cuma Bercanda?
Kalau lagi kumpul sama temen haram rasanya kalau nggak rame. Dengan keramaian itu, bisa bikin suasana jadi tambah seru. Bayangkan aja, kalau semua pada diem dan wiridan online. Pasti bakalan krik banget kayak goa tanpa penghuni.
Kalian pasti nggak akan suka dengan keadaan yang kayak gitu. Apalagi sibuk sama dunianya sendiri. Biar suasana lebih hidup, lelucon kadang diperlukan. Tapi inget, lelucon itu gunanya untuk menyelamatkan suasana. Bukan malah bikin ricuh.
Misalnya nih, ya. Ada lo dan temen lo lagi kumpul disuatu tempat antah berantah. Untuk membakar suasana agar menjadi panas, biasanya ada seseorang yang membuat lelucon dengan salah satu teman kalian yang menjadi topik. Kalian membicarakan teman kalian ini dari a-z. Namun, tanpa kalian sadari ternyata lelucon yang kalian bikin itu menyinggung perasaannya dia. Kalau temen lo ini bisa diajak bercanda sih gak masalah. Kalau enggak? Tewas sudah perasaan kalian.
Dia pasti bakalan malu, enggak nyaman atau bahkan kalau ada acara kumpul-kumpul lagi dia nggak akan ikut. Apalagi yang menjadi topik selalu dia. Berasa dibully sama teman sendiri tau nggak.
Mulai sekarang, kalau lo lagi kumpul bareng. Sebaiknya bikin lelucon yang biasa-biasa aja. Bahas yang lagi viral saat ini, bahasin kejamnya guru-guru lo pas dulu sekolah, atau nebak-nebak kucing disekolah lo hamil karena siapa. Kan seenggaknya nggak ada orangnya disana, jadi nggak akan membuat orang yang terlibat jadi tersinggung. Tapi kalau orang yang dibicarain tiba-tiba lewat disekitar kalian gue nggak tanggung jawab. Soalnya gue disini cuma ngasih saran sama lo doang. Inget, resiko ditanggung penumpang. Hahaha
Coba pikir deh, kalau tiba-tiba temen lo ngejauhin lo. Tetapi disitu lo nggak berpikir kalau punya salah sama dia. Lo pikir-pikir lo nggak pernah mukul dia, nggak pernah malak dia, nggak pernah bully dia atau ngapain yang ngebuat lo salah dimata dia. Kecuali kalo lo cowok, karena menurut berbagai sumber, cowok emang selalu salah. Opps!
Back to topic, saat lo mulai nggak enak sama dia yang ngejauh. Lo mulai deh nanya sama dia salah lo apa. Dan dia jawab kalau dia nggak mau deket-deket lo karena lelucon lo yang kesannya ngejatuhin dia. Untuk orang yang suka baperan emang kayak gitu. Hatinya mudah sekali tersakiti. Eaaa
Mulai sekarang, jaga omongan kalian dan lelucon kalian. Jangan sampai ada lagi seseorang yang menjadi korban atas sifat kalian yang ceplas ceplos. Seengaknya pikirin dulu mana yang pantes buat lelucon. Jangan membuat pihak lain merasa tersinggung.
Lelucon boleh saja, tapi gunakan dengan bijak.
Oke, mungkin segini aja yang bisa gue ketik. Kalau ada typo-typo atau apalah abaikan saja. Gue masih setengah manusia yang juga bisa salah. Dan terimakasih sudah mengunjungi lapak yang penuh dengan kegadantaanku.
Komentar
Posting Komentar