Gunanya Sosmed itu Apa?

Gue rasa udah hampir semua orang punya sosmed. Dari anak kecil, remaja bahkan yang udah kakek nenek pasti ada yang punya sosmed. Entah yang cuma punya facebook doang atau yang sosmednya emang sebarek. Dari twitter sampe instagram punya akun semuanya.

Kalau gue perhatiin, orang yang punya banyak sosmed, dia cenderung orang yang kesepian. Dia punya sedikit atau bahkan nggak punya temen di dunia nyata, yang bikin dia cuma bisa berteman sama orang-orang gaib di dunia jaringan itu. Mereka lebih asik ngetik papan keyboard atau geser-geser layar buat mantengin story atau timeline orang-orang daripada hangout atau kumpul-kumpul sama temennya.

Yang bikin gue sedikit prihatin, kadang gue dan dua temen sejoli gue juga kayak gitu T. T. Yah, meskipun begitu kami masih sering jalan bareng lah. Nggak yang berkutat banget sama dunia gaib. Terkadang kami juga mikir, karena kebanyakan akun sosmed, mungkin orang-orang udah pada bosen kali sama kami. Dimana-mana selalu ada kami. Kayak roh yang masih berkeliaran nyari duit recehnya yang hilang entah kemana. Buka facebook ada kami, di instagram ada, di twitter ada, di ask.fm ada, dimanapun ada. Mungkin orang yang kenal sama kami, udah nggak tahan buat membasmi dan memusnahkan kami dari bumi penuh polusi ini. Eng.. I don't know!

Okay, back to topic. Sosmed yang seharusnya buat berkirim sapa, belajar dan berkarya malah digunakan dengan kurang baik. Meski nggak semua orang menyalahgunakannya, tapi nggak sedikit juga orang yang pakai sosial media buat tempatnya menghujat dan menulis kata-kata yang mungkin nggak pantas. Dan dari yang gue amati, banyak anak kecil yang pakai sosial media buat pamer kegalauan mereka. Yang kalau dilihat itu kurang baik. Gue udah sering banget nemuin yang kayak gitu. Rasanya gue juga pengen ngakak, tapi takut dosa. Dan biasanya kalau lagi males, gue cuma skip-skip doang. Nggak terlalu peduli sama hal-hal yang begituan.

Gue nggak ngerti, apa ini beneran terjadi atau hoax, kalau micin emang bisa bikin dampak yang besar buat generasi-generasi jaman sekarang. Makanya postingan-postingan yang ada jadi kurang berkualitas gitu(?) Gue nggak tau juga. Actually, biasanya gue kalau masak juga pake micin, tapi otak gue nggak gesrek-gesrek amat dan sehat-sehat aja. Atau gue yang terlalu sakti, ya? Entahlah.

Dan karena hal itu, semakin banyaklah muncul netijen-netijen baru yang bakal jadi generasi pro suatu saat nanti. Karena emang kelebihannya udah diasah sejak mereka masih ingusan. Terus, mau jadi apa generasi selanjutnya nanti kalau semuanya pada gini? Gue nggak mau bayangin, yang penting bumi ini masih bertahan aja udah syukur.

Kenapa sosial media itu nggak terlalu penting kalau buat belajar? Seenggaknya dibikin lebih bermanfaat gitu. Nggak melulu buat posting kata-kata galau. Faedahnya sedikit pun nggak masalah, soalnya itu ilmu. Berbagi ilmu itu baik, diskusi itu malah lebih baik. So, kalau bisa, buat sosial media kalian bermanfaat guys!

Thanks udah mampir dan baca tulisan gue, semoga bermanfaat dan menghibur kalian-kalian yang pada gabut. Karena gue sebenarnya juga gabut. Okay, segini aja, bye!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Beda Pemikiran itu...

Masalah Ospek

Friend's Home