Gangguan Karena Sosmed?

Pernah dengar istilah SMAD? SMAD atau yang biasa disebut dengan Sosial Media Anxiety Disorder ini merupakan sebuah gangguan kecemasan pada seseorang dalam sosial media. Apa lo merupakan salah satunya?

Sebenarnya gangguan kecemasan ini sama dengan gangguan kecemasan pada umumnya. Namun kecemasan yang ditimbulkan dari SMAD berasal dari sosial media, yah seperti namanya. Berbeda dengan kasus anxiety lainnya meskipun memiliki dampak yang hampir sama. Tentu saja memiliki perasaan cemas yang berlebihan, tegang, berkeringat, maupun gejala-gejala lainnya yang dimiliki oleh penderita dengan gangguan kecemasan. Dan orang yang terkena gangguan ini biasanya dia adalah seseorang yang terlalu mendewakan sosial medianya. Apalagi kalau kemana pun dia pergi, ponsel selalu dibawa sama dia. Nggak cukup satu, yang sultan-sultan gitu biasanya sama tokonya juga dibawa.

Saat baterai lagi sekarat dia pasti akan kebingungan sendiri buat cari chargernya. Atau saat ponselnya ketinggalan dirumah, dunianya bakal terasa runtuh dan tak berguna. Karena ponsel adalah sebagian dari hidupnya.

Kebanyakan dari mereka juga terlalu terobsesi untuk mendapat banyak perhatian dari orang lain. Contohnya mendapat banyak likes dan komentar pada postingannya, banyak followers, dan hal lainnya yang menyangkut sosial media. Hal ini juga menjadi candu untuk mereka.

Apalagi ada kondisi dimana followersnya berkurang. Sudah dipastikan si penderita akan merasa sangat cemas dan nggak bisa tidur tujuh hari tujuh malam. Berpikir yang berlebihan, hingga membandingkan kehidupannya dengan hidup orang lain yang lebih indah atau lebih baik daripada dirinya seperti drama Korea. Ini juga bisa jadi salah satu faktor seseorang kurang percaya pada dirinya sendiri. Terlebih banyak orang yang juga berkomentar buruk padanya. Padahal apa yang dia lihat itu belum tentu benar adanya. Bisa saja hal itu hanya dibuat-buat dan untuk hiburan semata. Tetapi penderita biasanya nggak memikirkan hal ini, apa yang dia lihat, apa yang dia pikirkan, itulah kebenarannya. Yah seperti netijen yang ingin selalu benar.

Banyak orang yang beranggapan, sosial media itu banyak membawa pengaruh buruk. Untuk orang yang memiliki kondisi mental rendah, biasanya akan mudah terpengaruh dengan apa yang dilihatnya pada sosial media. Mereka belum bisa berpikir panjang serta dampak yang ditimbulkan.

So, buat lo lo pada yang terlalu mendewakan sosial media lo, dan berpikir sosial media itu adalah segalanya. Coba lo ubah cara pandang lo. Karena seseorang yang ada di sosial media itu biasanya cuma sebagian dari banyaknya topeng yang dia punya. Mungkin hidup dia nggak lebih baik dari lo, tapi dia mencoba ngasih tau ke orang-orang kalau dia baik-baik saja dan nggak ada masalah. Padahal aslinya enggak. Maka kurangilah obsesi lo pada sosial media. Yang belum tentu benar kenyataannya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Beda Pemikiran itu...

Masalah Ospek

Friend's Home