Pemikiran Limit
Emang bener kalau isi kepala orang udah pada di racuni sama pemikiran orang luar. Iya luar angkasa(?)
Jadi gini, ceritanya gue nemu sebuah tweet. Dan disitu isinya adalah sebuah komen hujatan dari netijen yang ada pada postingan video orang. Dan orang yang ada pada video itu sedang menunjukkan tutorial makeup. Nah, yang jadi permasalahannya disini, banyak netijen yang komen,
"kok modelnya gini sih?"
"Kenapa nggak pake model yang kulitnya putih aja?"
"Gue kurang sreg sama orangnya!"
"Kalo item gitu, warnanya mana kelihatan?"
Okay, mungkin banyak banget orang yang kayak gini. Dan gue nggak tau, mungkin sebagian dari kalian ada yang pernah bilang kayak gini meskipun nggak sengaja.
Wahai netijen yang budiman. Pernahkah kalian berpikir? Standar kecantikan seseorang itu bukanlah cuma dinilai dari putih enggaknya kulit seseorang. Dan standar kecantikan orang itu beda-beda. Belum tentu semua orang suka karena dia putih, atau gimana. Ini di Indonesia gengs, yang emang mayoritas orang-orangnya berkulit sawo matang. Jadi kalau kalian mau nyari yang kulitnya putih, coba cari ke negara sebelah. Dan jangan ngejatuhin orang karena dari fisik seseorang. Itu body shaming namanya dan jatuhnya jadi ke rasis.
Buat kalian yang sering banget kayak gini, tolong ubah cara berpikir kalian. Kata-kata seseorang itu bisa membuat efek yang besar tau nggak. Meskipun kalian nggak sengaja melakukannya, apa kalian pernah berpikir bagaimana perasaan seseorang itu? Dan karena kelakuan yang kurang dewasa itu, banyak orang nggak percaya diri karena warna kulit mereka. Mereka minder sama teman-temannya yang berkulit putih dan banyak disegani.
Untuk kalian yang berkulit sawo matang, udah nggak usah dengerin apa kata orang. Kamu cantik apa adanya. Inget, orang yang berkulit gelap itu nggak jelek kok. Kalaupun banyak yang bilang item lah atau apa, santai aja. Yang penting kulit kalian bersih, enggak dekil. Toh kalau dilihat masih seger. Iya, kan?
Bahkan banyak bule loh yang datang ke Indonesia cuma mau pengen kulit mereka lebih gelap. Tan gitu, dan jatuhnya lebih eksotis. Karena mereka udah bosen sama kulit putih yang keliatan pucat.
Kalaupun para netijen memang suka sama yang berkulit putih, cakep, dan good looking bukan berarti orang lain harus seperti itu buat menyenangkan mereka kan? Asal mereka tahu, banyak orang-orang di Indonesia yang lebih suka tutorial makeup yang modelnya berkulit sawo matang. Karena kebanyakan dari mereka kulitnya memang mendekati. Jadi kalau beli brand makeup, mereka lebih mudah lihat bagus atau enggaknya dikulit mereka. Sendangkan cari model yang kayak gitu susah banget tau nggak.
Kalau di mata kuliah gue yang manajemen pemasaran, itu namanya segmentasi pasar. Yang membagi produknya menurut letak geografis Indonesia yang notabenenya orang Indonesia dominan kulit sawo matang. Kalau produknya nggak sesuai sama kebutuhan orang, mana laku produk tersebut. Percuma dong pabriknya bikin makeup gitu?
Oke, disini gue cuma mau ngingetin, jangan sekali-kali membedakan orang karena dia berbeda dengan kita atau dia bukan seperti apa yang kita inginkan. Kita nggak bisa memaksa mereka menjadi apa yang kita mau, karena selera orang memang beda-beda. Jangan terlalu terpacu pada negara lain. Karena kita udah beda alam coy. Mereka jauh sana, sedangkan kita disini. Disini dimana? Mana gue tau.
Komentar
Posting Komentar