Pilih Teman
Milih-milih teman itu perlu nggak sih?
Jawabannya perlu! Kenapa? Karena teman itu akan selalu berinteraksi sama kita setiap waktu. Bayangkan aja, kalau teman lo itu suka bolos sekolah dan suka bikin onar. Secara tidak langsung itu juga bakal bikin kepribadian lo berubah tanpa lo sadari. Dari lo yang awalnya penurut dan taat aturan, pelan-pelan bakalan ngikut apa yang teman lo lakuin juga.
Coba aja kalau lo itu merupakan seseorang yang trouble maker. Terus berteman sama anak-anak yang alimnya nggak ketulungan tujuh turunan. Saat lo mau ngelakuin hobi lo yang suka yaitu buat onar, lo pasti bakal mikir dulu. Karena apa yang bakal lo lakuin ini nggak pantes dilihatnya. Jadi lo bakal batalin ngelakuin hal-hal nggak berguna kayak gitu.
Lalu, gimana sih caranya pilih teman yang baik itu? Ngadain audisi gitu? Atau suruh kirim profil biodata? Tentu saja bukan. Cara milih teman yang baik itu, dilihat dari potensinya untuk ngerubah lo. Kalau lo lihat ada seseorang yang berpotensi bisa ngerubah lo ke jalan baik, jadiinlah dia teman. Saling sharing, belajar bareng atau gimana. Kan penuh manfaat juga. Daripada teman yang selalu pergi pagi pulang pagi tapi nggak jelas sama apa yang dilakuin.
"Jadi, kalau orang yang nakal gaboleh di jadiin teman ya?"
Eitts! Nggak begitu. Sebenarnya kita bisa berteman kepada siapa saja. Asal kita bisa membatasi diri pada hal-hal yang kurang baik. Dengan begitu kita bisa terhindar dari masalah dunia.
Contohnya aja nih, gue sebagai orang yang selalu bikin onar dimana-mana. Dengan tingkah ajaib gue, gue selalu dapat maslah. Dan disatu sisi gue punya teman yang alim buangett. Dia baik, rajin ibadah, tidak sombong dan rajin menabung. Otomatis, kalau gue mau ngelakuin hal-hal yang kurang baik, gue pasti inget sama teman gue ini. Masak iya dia alim gue kayak gini. Pasti bakal mikir juga kalau hal itu emang nggak pantes. Dan perlahan-lahan bisa aja gue dapat hidayah dan pencerahan buat berkelakuan baik kayak dia.
Itu cuma contoh, ya? Sebenarnya gue ini orangnya baik juga kok. Sebenarnya :v cuma kalau kalian nggak percaya nggak apa-apa juga kok.
Nah maka dari itu, segitu dahsyatnya peran seorang teman buat gue. Tapi gue juga berteman sama yang lain juga. Jangan sampai membeda-bedakan orang lain yang memiliki perbedaan dengan kita. Kalau aja kita yang dibeda-bedakan, gimana perasaan kita? Nggak enak juga kan? Maka dari itu kalau tidak ingin dibedakan, jangan membeda-bedakan dengan orang lain.
Jadi mungkin yang tepat disini bukan masalah memilih teman, sih. Tapi lebih mengarah pada membatasi diri dengan lingkungan yang kurang baik. Maka, bijak-bijaklah menjadi seseorang yang mengahadapi hal seperti ini.
Yapp, mungkin sebatas ini saja kemampuan dalam berpikir saya. Kalau ada typo bertebaran, maafkan saya. Karena typo adalah sebagian dari hobi. Terimakasih.
Komentar
Posting Komentar